Berfikir Untuk Berhenti Merokok?

Berfikir Untuk Berhenti Merokok?

Dilarang merokok, sebuah himbauan yang sering kita jumpai dimana saja. Contohnya di kantor instansi pemerintah, di sekolah, di puskersmas, hingga pada angkutan umum. Jika coba kita sadari lagi bahwa keberadaan peringatan ini banyak diserukan mungkin bagi kita yang termasuk perokok akan mulai berkir untuk berhenti merokok. Kita merasa jenuh sebab setiap kali keinginan merokok muncul ketika berada di suatu tempat yang menjadi area bebas asap rokok kita tidak dapat melakukannya. Belum lagi poster – poter tentang bahaya merokok turut terpampang dimana – mana tak terkecuali bungkus rokok itu sendiri. Kekhawatiran terdampak bahaya rokok membuat kita semakin sering berpikiran untuk melawan kecanduan terhadap produk tersebut.

Sangat mudah untuk memulainya namun tidak mudah untuk mempertahankannya. Kapan pun kita bisa bilang, “Saya berhenti merokok” atau “Ini terakhir kalinya saya merokok,” lalu untuk beberapa waktu sama sekali tidak menyentuh produk olahan tembakau lagi. Namun ketika otak yang sudah biasa ‘dicekoki’ nikotin mulai merengek minta jatah tidak ada yang lebih kita pikirkan selain sebatang rokok. Kenikmatan saat aliran nafas diiringi oleh gumpalan asap yang kaya akan nikotin mulai kita ingat – ingat kembali secara tidak sadar. Kerinduan akan sensasi rileks yang seolah mampu memberikan banyak ide pun membuat kita kian tak kuasa menahan diri lagi untuk segera mengambil rokok beserta teman pelengkapnya, korek yang akan menyulut bara di ujung sebatang rokok.

Ya, saya hanya berusaha jujur dan itulah yang saya alami setiap kali mencoba berhenti merokok. Jika waktu bisa dibalikan kembali mungkin itu akan menjadi cara paling mudah untuk lepas dari ketergantungan terhadap rokok. Menjauhi rokok sedini mungkin dan terus menanamkan pada diri sendiri tentang bahaya merokok. Akan tetapi karena waktu terus maju maka itu adalah cara paling mustahil. Kenyataannya memang seorang perokok yang berharap bisa menjadi seorang ‘biasa’ harus melakukan perubahan besar terhadap pribadinya sendiri. Perubahan besar butuh komitmen, dan perjuangan. Jadi suatu saat kala kita mengiklarkan diri untuk berhenti merokok maka kita perlu untuk terus memegang perkataan itu dan berjuang melawan keinginan merokok.